Diary (Perpisahan Neutron12th “The New Ultimate Of Twelve Generation”)

10 JULI 2008

Hari ini adalah hari pertama kami memulai kehidupan baru di tempat baru. Mungkin tidak semua, hanya sebagian dari kami. Karena hari ini kami baru saja pindah ke asrama SMAN 3 PAMEKASAN. Kami tidak sedang menjalani pelatihan khusus, kami hanya dikumpulkan untuk dididik. Pengumuman hasil tes pada bulan mei kemarin lah yang membuat kami disini.

WE ARE NOT THE FIRST, BUT WE ARE THE BEST !!! Mungkin itulah salah satu motivator kami untuk datang ke sini. Kami datang dengan satu tujuan. Kami dikumpulkan dengan cita-cita yang sama. Kami memang berbeda, datang dari daerah yang berbeda, kami adalah 30 putra putri terbaik yang telah menempuh perjalanan panjang untuk mendapatkan satu tiket emas. 

Tetapi kami kehilangan satu orang, salah satu dari kami yang tidak pernah kami melihatnya. Dia yang seharusnya menjadi bagian dari kami, ternyata tidak menggunakan tiket nya untuk berkumpul bersama kami disini. Dia, SITI MARIA ULFA yang tidak pernah kami temui.

But, we must go straight, because life must go on. Dan akhirnya kami mendapat penggantinya, kami mendapatkan bagian yang hilang dari kami , EGY PUTRA YANUAR . dan lengkap sudah, kami adalah 30 putra putri terbaik dengan tiket emas untuk memasuki pintu NEUTRON, THE NEW ULTIMATE OF TWELFTH GENERATION. Yaa, kami adalah neutron.

And the story begin ,,,,

15 JANUARI 2009

Satu semester kompetitif telah kami lalui, ujian akhir semester baru beberapa hari berlalu. Bahkan kami tengah disibukkan dengan aktivitas class meeting. Dan kami, neutron , mungkin adalah satu-satunya dalam sejarah kelas unggulan SMAN 3 PAMEKASAN yang berperan aktif dalam acara seni festival band antar kelas seperti saat ini. Jangan salah , kami memiliki group band andalan kami, yaitu….

THE NEWS PAPER . ya,, aneh memang. Kami tidak rela jika harus menyandang gelar kutu buku sepanjang masa, gelar cupu untuk unggulan, atau bahkan gelar ku-date. Karena kami adalah neutron. Dan kami hanya bisa mengatakan, “this is the new ultimate from us, NEUTRON”. Is it uniquely neutron ? and the answer is,…”maybe” .

Dan tepat setelah festival seni tari berlangsung, kami berduka, kami kehilangan kakak kelas kami, tetapi tidak hanya itu, kami juga harus berpisah dengan seorang neunity, IMAMAH MA’RIFAH AL-SYARIATI . seorang neunity asal Bangkalan harus berpisah dengan kami karena suatu hal yang membuat kami begitu terpukul. 

Dan sejak saat itu, neutron dihuni oleh 29 neunity,

Once more, kami hanya bias mengatakan, “this is the new ultimate from us, NEUTRON”.

 

26 JUNI 2009

Hari ini, satu hari sebelum pembagian rapot semester genap. Satu hari sebelum hari penentuan bagi siapa saja yang namanya tercatat dalam daftar zona merah, zona degradasi. Hari ini sepulang sekolah kami berkumpul untuk berunding, mendiskusikan kemungkinan terburuk yang akan terjadi esok hari.

Tetapi seketika semua berubah, “unpredictable”. Kami pikir kami sama seperti angkatan lain, kami pikir kami sama seperti kakak kelas kami, kami pikir tidak ada seorangpun dari kami yang menginginkan salah seorang dari kami terdegradasi, tapi ternyata kami salah.

Kami pikir kami adalah keluarga, tapi ternyata kami salah, kami pikir kami bersaudara, tapi ternyata kami salah. Kami pikir merengkuh titik emas itu mudah, tapi ternyata kami salah, karena hari ini, NEUTRON telah terpecah. 

27 JUNI 2009

Hari Sabtu, bertepatan dengan acara PASEBUMI, hari ini sesuai yang telah dijadwalkan, orang tua kami diundang untuk menerima laporan hasil belajar kami. Jujur saja, kami tidak bisa menunggu terlalu lama sampai orang tua kami keluar dari ruangan . rasanya semua dari kami menginginkan agar namanya dipanggil terlebih dulu untuk mengetahui bagaimana nasib kami , CONTINUE ? atau GAME OVER ?

Yang pasti, ada enam nama neunity yang masih digantung nasibnya, nasib mereka ada di tangan mereka dan tes degradasi adalah penentunya. Meskipun selama ini degradasi disebut sebagai formalitas saja, tetapi kami tetap harus berjuang, kami akan buktikan bahwa kami pantas di kelas unggulan karena prestasi kami, bukan karena belas kasih.

11 JULI 2009

Hari ini adalah hari penentuan nasib kami, penentuan hidup kami, hari dari segala hari. Selama 10 hari kami telah berjuang memperjuangkan nasib kami. Kami belajar sampai di luar batas kemampuan kami, tentunya dengan dibantu oleh teman-teman kami sebagai tentor, mungkin mereka adalah tentor terbaik sedunia, yang siap membantu kami kapanpun, dalam keadaan apapun, whenever and wherever.

Dengan segala keterbatasan kami, kami berjuang, untuk tetap bertahan di sini, di kelas ini, kami berjuang agar nanti kami bias melukiskan senyuman di wajah orang tua kami yang sedang menunggu di rumah, yang selalu berusaha dan berdoa untuk keberhasilan kami. Dan segala perjuangan kami, ditentukan oleh hari ini, hari penentuan, TES DEGRADASI .

Beberapa menit telah berlalau, kami keluar dari ruang tes dengan langkah gontai, tentu saja karena soal yang harus kami kerjakan tidak sebanding dengan waktu yang ditentukan. Tetapi semua kekecewaan kami rasanya terbayar sudah saat kami melihat tentor-tentor terbaik kami tengah menunggu di luar ruangan selama kami menjalani tes degradasi.

Akhirnya, beberapa jam berlalu, dan pengumuman hasil tes telah ditentukan, diprint out lengkap dengan stempel sekolah dan tanda tangan kepala sekolah dan ditempel pada papan pengumuman. Sesuatu yang tidak kami duga !!!!! salah satu dari kami TERDEGRADASI !!!! 

Miris memang, bahkan mungkin tidak cukup terlukiskan oleh seribu kata sedih sekalipun , yang pasti kami kecewa. Karena selama ini, tidak ada yang keluar dari kelas unggulan. Dan inilah, untuk pertama kalinya, salah satu diantara kami harus keluar dari kelas dengan bendera unggulan.

“this is the new ultimate from us, NEUTRON”. Yaa, mungkin kalimat itu harus kembali terucap. Tetapi kami tetap konsisten, kami pantas di sini karena prestasi, bukan karena belas kasih. Dan kami memang harus menerima kenyataan ini.

Akhirnya kami memutuskan, bahwa neutron bukan sekedar nama yang terlukis indah di tembok kelas, neutron bukan sekedar nama yang tertera di jaket kelas, tetapi neutron adalah identitas, neutron adalah komunitas, dan neutron adalah sebuah keluarga.

Kami memulai hidup kami bersama neutron dengan penuh cinta, kasih, canda, tawa, suka, dan duka kami lewati bersama. Neutron telah utuh sebagai sebuah keluarga besar, dan neutron tidak lagi terpecah. 

 

16 MEI 2011

Selama tiga tahun , Tuhan telah mendidik kami bersama neutron. Kami hampir mencapai titik emas yang ingin kami rengkuh bersama neutron. Kami kini berada di ujung perjuangan bersama neutron. Karena sejatinya perjuangan yang sesungguhnya baru akan dimulai. Dan kami telah sampai pada hari ini. Hari bernama perpisahan . karena tidak ada pertemuan yang abadi, semua pasti berujung pada perpisahan. Tetapi sama seperti pertemuan, perpisahan pun tidak ada yang abadi, semua pasti akan dipertemukan kembali. Karena pada hakikatnya, tidak ada yang abadi dalam hidup ini.

Namun kami yakin, 10 tahun lagi, akan ada 34 neunity yang akan memberi warna baru pada bangsa ini. There will be 34 persons that will give the new ultimate for us. There will be 34 success persons that will change this world. 

Karena dunia ini sangat membutuhkan jiwa-jiwa tangguh seperti ILHAM DWI ARIROHMAN, SYAFIUDIN, EDWIN SISWONO, EGY PUTRA YANUAR. Karena dunia masih membutuhkan jiwa-jiwa optimis seperti BARADIS SAIVI, GHAFIQI AMHARI PUTRA, RENDRI PRATAMA WAHYU PRIANDHIKA, BAMBANG SUTRISNO. Dan karena dunia ini sangat membutuhkan jiwa-jiwa cerdas seperti A. LABIB FARDHANY FAISAL, YUSUF AGUNG NUGRAHA, MUHAMMAD SUFYAN HADI.

 

Begitupun dengan jiwa-jiwa kreatif seperti ACHMAD BUDIYANTO, ESTI SUDARIA ULFAH, GITA SANTIKA WURI, MEDIYAN RAHMAD SAPUTRA, SHOFI NUR AIDAH HUSEIN. Dan juga jiwa-jiwa inovatif seperti EDWINA FIQHE ANANDITA, SHELY NORA, RICHA ETIKA ULHAQ, MUNAWAROH, IMAMAH MA’RIFAH AL-SYARIATI, YOVA BIRRUL WALIDAINI RAMADHANI. 

Dunia juga membutuhkan jiwa-jiwa tekun seperti CAMPINA ILLA PRIHANTINI, DESI PRATIWI, HENDRA IRAWAN, ISRANA, RINA HEFYANA, SITI HALIMATUS NURUL LAILA. Serta jiwa-jiwa idealis seperti AULIYA ZULFATILLAH, MULYA DWI HARTO, NAILI USWATUN HASANAH, ANNI SUFIYA AMALINA, MOH.SYARIFUDDIN, NOVI ANTASARI.

Karena dunia ini membutuhkan orang-orang hebat yang bisa membawa perubahan besar, orang-orang hebat yang dapat menghentikan Andromeda menabrak galaksi kita, Dan karena dunia ini membutuhkan kami, NEUTRON . THE WORLD NEEDS A BIG CHANGES FROM THE NEW ULTIMATE OF TWELFTH GENERATION, NEUTRON.

10 years later…. Wait for us, please.. NEUTRON SOW I SEREM. 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s